Home / Question / Warga Sekitar Eks Kampus Akper Murakata Was-was

Warga Sekitar Eks Kampus Akper Murakata Was-was

FORUMCategory: Tentang AKPERWarga Sekitar Eks Kampus Akper Murakata Was-was
Herman asked 4 months ago

Belum sahih-sahih beroperasi, planning penggunaan eks kampus Akper Murakata sebagai loka isolasi bagi orang dalam pemantauan dan orang tanpa gejala (ODP-OTG) pada Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menuai protes berdasarkan rakyat pada sekitar.

Protes disampaikan saat Pemkab HST melakukan sosialisasi pencegahan & penanganan Covid-19 pada Jalan Surapati, Kelurahan Barabai Timur, Selasa (22/4) tadi. Mereka khawatir akan dampaknya, pertama takut penularan virus, kemudian juga impak ekonomi bagi masyarakat sekitar yg berjualan makanan ketika Ramadan.

“Kami biasa jualan di depan rumah. Ini kan bisa mempengaruhi ekonomi. Karena orang-orang akan khawatir ke sini buat takbiran idul fitri berbelanja. Ini yg kami takutkan,” ujar Warga RT 9, Muhammad Rifani. Ketua RT 9, Ahmad Jarkani pun menimpali, warganya masih was-was dan meminta kebijakan pemerintah terkait imbas yang bakal terjadi, jika eks Gedung Akper Murakata digunakan.

“Kami bukannya menolak, tapi minta carikan solusi supaya rakyat merasa nyaman & tenang, pemerintah pun demikian,” tegasnya. Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 sekaligus Direktur RSUD H Damanhuri Barabai, Dokter M Asnal, didampingi Kadinkes HST Kusudiarto dan perwakilan Polres HST dan Kodim 1002 Barabai memberi tanggapan. “Yang dikhawatirkan warga kan penularannya. ,” kata Dr Asnal.

Karena itulah menurutnya, digelar sosialisasi tentang bagaimana virus corona ini sanggup menular, yakni melalui kontak dengan penderita Covid-19 atau orang yg dicurigai menularkannya. “Mudah-mudahan masyarakat mau menerima, sesudah apa yg dijelaskan, agar rumah singgah ini dapat segera difungsikan,” jelas Asnal.

Sementara itu, Camat Barabai Zainuddin yang hadir dalam pengenalan itu menambahkan, akan ada bantuan yg berasal berdasarkan Dana Desa (DD). Berupa uang tunai Rp600 ribu dan sembako buat tiga bulan. Namun ternyata tidak semua rakyat akan mendapatkan.

“Harus memenuhi 14 kriteria, minimal 9 kriteria menjadi penerima, salah satunya merupakan orang yg nir termasuk penerima bantuan PKH,” tutup Zainuddin.