Home / Question / Penjaminan Mutu Pembelajaran Jarak Jauh

Penjaminan Mutu Pembelajaran Jarak Jauh

FORUMCategory: Tentang AKPERPenjaminan Mutu Pembelajaran Jarak Jauh
Alan asked 4 months ago

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah alternatif solusi yg diambil sang Kemendikbud buat mengantisipasi penularan virus Corona (Covid-19) yg secara resmi diumumkan masuk ke Indonesia sejak dua Maret 2020. PJJ menggunakan memakai banyak sekali pelaksanaan daring misalnya tempat tinggal belajar, ruang guru, dan beberapa aplikasi lain pun dilakukan mulai pertengahan Maret 2020 hingga menggunakan ketika ini. Bahkan diprediksikan sampai akhir tahun pelajaran karena wabah Covid-19 diperkirakan masih berlangsung.

Para pengajar pun menyikap PJJ ini menggunakan menyiapkan materi dan tugas-tugas secara daring yg wajib diselesaikan sang para peserta didik. Pada awal dilaksanakan PJJ ini, murid & sholawat nariyah orang tua yang mengeluhkan banyaknya tugas yang harus dikerjakan, hambatan wahana-prasarana (kepemilikan smartphone/ laptop), koneksi sinyal internet yang nir stabil, dan beban pembelian kuota internet yg melonjak tajam.

Menyikapi hal tersebut, Mendikbud Nadiem Makarim mengeluarkan sejumlah kebijakan, seperti membolehkan sekolah menggunakan dana BOS untuk membeli kuota internet bagi guru dan anak didik, bekerja sama menggunakan TVRI untuk mengatasi keluhan keterbatasan wahana, frekuwensi, & kuota internet, walau pada beberapa tempat sinyal TVRI kurang cantik bahkan tidak bisa ditangkap sama sekali. Itulah syarat riil yg waktu ini terjadi.

Walau demikian, kita pun perlu menaruh apresiasi pada Kemdikbud & Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yg menindaklanjuti banyak sekali aspirasi berdasarkan warga terkait PJJ dalam rangka menaruh layanan yang terbaik dalam suasana darurat ini.

Terkait menggunakan PJJ, walau pada syarat sulit waktu ini, tentunya kita berharap mutunya tetap bisa dijaga walau tidak menaruh sasaran yang muluk-muluk. Mendikbud Nadiem sendiri menegaskan telah membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020, kelulusan siswa SD, SMP & SMA/SMK menurut satuan pendidikan boleh memakai akumulasi nilai rapor.

Sekolah boleh pula menyelenggarakan Ujian Sekolah secara daring jika wahana & prasarana memungkinkan. Praktik pembelajaran menurut tempat tinggal tidak harus disamakan dengan pembelajaran pada sekolah. Tidak semua sasaran kompetensi wajib tercapai, pembelajaran lebih difokuskan pada penguatan pendidikan karakter & pendidikan kecakapan hidup (life skill).

Penjaminan Mutu Pendidikan mengacu pada Permendikbud Nomor 28 tahun 2016 mengenai Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) Dasar & Menengah. Pada pasal 1 ayat (3) disebutkan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar & Menengah adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, & proses terpadu yg mengatur segala kegiatan buat menaikkan mutu pendidikan dasar & menengah yg saling berinteraksi secara sistematis, terencana dan berkelanjutan.

Dalam kaitan ini, satuan pendidikan melakukan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Pasal 1 ayat (4) menyatakan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan Dasar & Menengah, yg selanjutnya disingkat SPMI-Dikdasmen adalah suatu kesatuan unsur yg terdiri atas kebijakan dan proses yang terkait buat melakukan penjaminan mutu pendidikan yg dilaksanakan sang setiap satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan menengah untuk mengklaim terwujudnya pendidikan bermutu yang memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan.

Penjaminan Mutu Pendidikan bertujuan buat mencapai 8 (delapan) Standar Nasional (SNP) yang meliputi: (1) Standar Kelulusan, (dua) Standar Isi, (3) Standar Proses, (4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, (5) Standar Sarana dan Prasarana, (6) Standar Pengelolaan, (7) Standar Pembiayaan, dan (8) Standar Penilaian Pendidikan. dari delapan SNP tersebut, baku yang berkaitan menggunakan akademik sebanyak empat standar, yaitu: baku kelulusan, baku isi, baku proses, dan baku evaluasi.

Penjaminan mutu selama PJJ atau belajar berdasarkan rumah memang nir dapat hanya dilakukan oleh satuan pendidikan, tetapi juga wajib berkoordinasi menggunakan orang tua, karena pada waktu belajar berdasarkan rumah, justru orang tua yg banyak berperan, sedangkan guru atau sekolah memonitor secara daring. Itu pun, kalau wahana & prasarana memungkinkan. Pembelajaran dari tempat tinggal lebih fokus pada baku proses, sedangkan terkait baku kelulusan, baku isi, & standar evaluasi, pengajar yg berperan lebih dominan.

Untuk mewujudkan penjaminan mutu selama PJJ atau belajar menurut tempat tinggal , Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui pengawas pembina melakukan monitoring & meminta laporan berdasarkan pengajar atau sekolah berkaitan dengan pelaksanaannya, kendala yg dihadapi, dan cara lain solusi yang dilakukan oleh sekolah dalam mengatasi hambatan, dan saran-saran buat disampaikan buat Dinas Pendidikan supaya aktivitas belajar dari rumah tersebut dapat berjalan menggunakan baik.

Saya konfiden banyak sekali pihak terkait mafhum bahwa pada kondisi yg darurat seperti saat ini, buat mencapai target pembelajaran yg maksimal adalah hal yang sulit buat dilakukan. Walau demikian, proses penjaminan mutu pendidikan tetap harus dilaksanakan oleh sekolah dan dinas pendidikan.

Menurut saya, proses penjaminan mutu terkait PJJ antara lain: adanya acara PJJ yg disusun oleh sekolah, adanya jadwal pelajaran yang disesuaikan menggunakan PJJ, adanya materi atau tugas yang disampaikan sang guru, adanya sarana dan prasarana penunjang buat pembelajaran daring, adanya sinyal internet yang stabil, tersedianya kuota internet, adanya proses komunikasi antara guru dan anak didik atau orang tua anak didik selama pembelajaran dari tempat tinggal . Selain itu, kemampuan orang tua dalam mendampingi anaknya selama belajar berdasarkan rumah, kemampuan orang tua pada memakai perangkat teknologi & mengakses internet, adanya supervisi menurut guru dalam pengerjaan tugas-tugas yang dikerjakan oleh anak didik secara daring, adanya evaluasi menurut pengajar terhadap tugas-tugas dari siswa disertai menggunakan tindak lanjutnya, & sebagainya.

Dalam praktiknya, proses penjaminan mutu pendidikan selama PJJ ini tentunya dilakukan juga secara daring. Pengajar memantau proses belajar anak didik menurut tempat tinggal , ketua sekolah memantau aplikasi pembelajaran daring sang guru sekaligus mendiskusikan acara, kendala, dan alternatif solusi yang mampu diambil. Lalu pengawas pembina berkoordinasi menggunakan kepala sekolah & pengajar supaya PJJ ini dapat dilaksanakan dengan baik, karena pastinya PJJ secara massal dalam ketika yg nir pasti seperti saat ini sebagai sebuah hal baru & nir terhindar berdasarkan hambatan & tantangan.

Proses pengumpulan data-data selama PJJ sang sekolah atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa memakai instrumen yang relevan misalnya instrumen wawancara, angket, dan studi kasus. Hasil monitoring selama PJJ dijadikan sarana evaluasi dan pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yg berkepentingan.

Walau dalam kondisi yang penuh dengan keterbatasan sebagai impak Covid-19, bukan berarti semangat buat belajar dan semangat melakukan penjaminan mutu pendidikan menjadi kendur. Semua pihak terkait perlu saling mendukung, saling menyemangati, & mencari solusi menurut berbagai tantangan yang dihadapi. Kreativitas & inovasi menjadi hal yang dibutuhkan buat menyiasati supaya proses pembelajaran tetap bisa berjalan dengan baik. Wallaahu a’lam.