Home / Question / 260 Orang Mahasiswa Prodi Keperawatan Waingapu Yudisium

260 Orang Mahasiswa Prodi Keperawatan Waingapu Yudisium

FORUMCategory: Tentang AKPER260 Orang Mahasiswa Prodi Keperawatan Waingapu Yudisium
miami asked 2 years ago

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU——Sebanyak 260 orang mahasiswa lulusan Diploma III, Poltekes Kemenkes Kupang, Program Studi (Prodi) Keperawatan Waingapu menerima yudisium.
Sebanyak 260 mahasiswa lulusan yang menerima Yudisium tersebut yakni sebanyak 84 mahasiswa lulusan dari pendidikan Prodi D-III Keperawatan Waingapu kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Keperawatan, sebanyak 85 orang lulusan Kelas RPL D-III Kebidanan, dan D-III kelas Reguler Keperawatan sebanyak 91 orang.
Acara Yudisium Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Kebidanan, Keperawatan dan kelas Reguler Program Studi (Prodi) Keperawatan Waingapu Tahun 2018 itu, berlansung di GBI Matawai, Kelurahan Matawai, Kota Waingapu, Selasa (21/8/2018) siang.
Pemberian Yudisium terhadap 260 mahasiswa tersebut langsung oleh Direktur Politeknik Kemenkes Kupang R.H.Kristina, SKM.,M.Kes.
Dalam acara tersebut juga dilakukan serah terima Ketua Prodi Keperawatan Waingapu dimana mantan Ketua Prodi Keparawatan Waingapu Oklan BT. Liunokas, SKM,.M.Sc menyerahkan jabatan Ketua Prodi kepada ketua Prodi Baru periode 2018-2022, Maria Kareri Hara, S.Kep,.Ns.,M.Kes.
Direktur Politeknik Kemenkes Kupang R.H.Kristina, SKM.,M.Kes dalam sambutanya mengatakan menyampaikan terima kasih, meskipun baru yudisium namun dihadiri oleh tiga bupati atau kepala daerah yakni bupati Sumba Timur, Sumba Barat, dan Bupati Sumba tengah yang diwakili oleh Kadis Kesehatan Sumba Tengah, dan ini merupakan awal yang baik untuk pendidikan kesehatan di tiga Kabupaten tersebut. (Jantung Bocor Pada Orang Dewasa)
Kristina juga mengakui, bahwa keterlebitan pemerintah daerah dalam hal bupati terhadap peningkatan SDM khususnya di Kesahatan sudah sangat banyak hal yang baik telah diberikan baik moril maupun materi.
Kristina juga mengatakan, bukan hanya kelas Reguler saja yang menerima yudisium, namun juga kelas RPL dimana mereka yang sudah bekerja tapi belum memenuhi kualifikasi D-III, maka mereka harus meningkatkan pendidikanya ke-D III.
“Oleh karena itu, Pemerintah membuat kebijakan mereka sekolahnya itu diakui dulu, dihitung semua pengakuan terhadap mereka punya hasil yang lalu kemudian hasilnya, sisanya mereka kuliah satu tahun dan sekarang mereka lulus dengan nilai terbaik,”jelas Kristina.
Selain itu, Kristina juga meminta kepada para lulusan DIII Keperawatan kelas Reguler untuk terus berusaha mencari kerja, dan saat ini usia masih muda masih ada peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga S1.
Kata dia, tiga pemerintah daerah tersebut pasti sangat senang karena program peningkatan SDM itu merupakan program kerja meraka dan memang untuk kebutuhan masyarakat Sumba Timur, Sumba Tengah dan masyarakat di Sumba Barat.
“Kita tahu sendiri angka kematian ibu masih tinggi, kematian bayi masih tinggi dan angka penyakit menular masih tinggi, sehingga dengan hadirnya Keperawatan dan kebidanan merupakan program yang sangat besar sekali dimana masyarakat sangat antusias dan senang sekali,”ungkap Kristina.
Kristina juga mengatakan, pihaknya berharap untuk Ners atau S1 Profesi, dimana saat ini Poltekes Kupang memiliki sepuluh lokasi Prodi. Semuanya menyelenggarakan DIII,dan DIV, dan untuk tahun ini Poltekes Kupang sudah membuka Ners di Kupang.
Sehingga tidak menutup kemungkinan, sebab Poltekes adalah pendidikan Advokasi dimana pihaknya tidak hanya meluluskan DIII, sudah meluluskan profesi, sampai meluluskan magister, maka tidak menutup kemungkinan pendidikan Ners di buka di daratan Sumba, tapi harus melewati dulu persyaratan-persyaratanya.
“Tapi ini merupakan harapan kita, mudah-mudahan bisa terwujud,”pungkasnya. (*)